Demo Mahasiswa

4 06 2008

Polisi mungkin keterlaluan dalam menangani demo mahasiswa, saya tidak tahu bagaimana kejadian sebenarnya diantara cerita simpang siur yang berseliweran di berita-berita.

Saya bukan polisi, bukan pula mahasiswa. Saya rakyat biasa, yang mengkerutkan kening namun berusaha menerima nasib yang bertambah buruk sejak harga BBM naik lagi. Namun jika ada rekan-rekan sesama masyarakat biasa yang mengajak saya untuk bertindak menghadapi demo orang-orang kerasukan yang mengaku-ngaku sedang menyuarakan suara rakyat, saya akan ikut serta.

Saya sudah cukup pusing menghadapi beban-beban baru, dan sangat tidak butuh beban lain dari aktifitas demo yang mirip aktifitas kaum barbar. Kaum intelektual yang otaknya pindah ke dengkul.

Saya ingin tahu apakah Komnas HAM masih berkoar-koar jika mahasiswa pengganggu dihantam mundur oleh rakyat, bukan oleh aparat kepolisian.




Blokir.. Blokir… Blokiiiirrr

17 04 2008

Kenyamanan browsing dan blogging di internet akhir-akhir ini sangat terganggu. Selama beberapa hari saya harus gigit jari saat mencoba membuka blog saya yang menggunakan platform Blogger. Selidik punya selidik, menurut isu burung, situs Google dan jaringannya sedang dalam evaluasi pemerintah untuk diblokir.

Hahhh???? Diblokir?????????

Jika hal itu sampai terjadi, bersiaplah menuju jaman batu. Memblokir situs secara sembarangan bukanlah cara yang bijaksana untuk memerangi pornografi. Jika misalnya semua blog dengan url blogspot.com diblokir karena disinyalir banyak digunakan untuk membuat blog porno, hal itu sama saja dengan aksi pukul rata. Ibarat membakar lumbung padi untuk membunuh beberapa ekor tikus.  Jumlah blog yang berguna jauh lebih banyak dibanding blog murahan yang menjual syahwat untuk mendapat pengunjung.

Saya tidak menentang UU ITE, saya bukan pendukung pornografi di jagad maya. Namun saya juga tidak setuju aksi pemblokiran sembarangan, sama halnya dengan ketidaksetujuan saya jika semua Anggota Dewan Yang Terhormat ditarik mundur hanya karena sebagian dari mereka menggerogoti uang rakyat.




1.000.000.000

4 04 2008

Anda Hacker Blogger? Berapa banyak tulisan dalam blog Anda hingga saat ini? Adakah beberapa diantaranya yang menghina mengejek menyentil individu atau pihak tertentu?

Hayoo.. periksa lagi…. Kalau ada, hati-hati lho.. Pihak yang Anda hina ejek sentil bisa menuntut Anda dan Anda berpeluang besar untuk merogoh kocek sebesar 1 Miliar Rupiah. Peluang yang sangat langka di jaman dulu, kan?

Ada beberapa kontroversi. Ada yang menganggap ini adalah salah satu bentuk pencekalan, back to Orba. Sedikit menyenggol Menteri ini, pejabat itu, pakar Anu, Anda bisa 1 Miliar Rupiah lebih miskin dari sebelumnya.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa ini adalah salah satu bentuk pembelajaran agar para blogger bisa ngeblog dengan lebih bertanggung jawab.

Yang jadi masalah sekarang adalah, Undang-Undang ini –seperti halnya Undang-Undang lain di Indonesia– berpeluang untuk dijadikan alat. Dengan sedikit modifikasi, kemampuan berbicara tingkat tinggi, dan ilmu hukum yang cukup untuk memanfaatkan celah-celahnya, jadilah sebuah alat baru.




Sabda Dewi Persik

2 04 2008

Hoalah.. Dewi… Dewi….

Gatal juga melihat ucapan dan sikap seleb satu ini. Mengeluarkan argumen-argumen yang konyol dan lucu di depan kamera.

Terlihat jelas bahwa kapasitasmu belum cukup untuk dapat berbicara di depan publik dengan baik dan benar. Tapi tidak aneh, modalmu selama ini memang cuma goyangan pinggul plus payudara terbuka.

Kamu mengaku  dari lingkungan dan keluarga pesantren?? Celaka sekali sebuah keluarga dan pesantren yang mencetak manusia sepertimu. Kamu fikir agama dan dunia bisa dipisah seenak udelmu? Saat ingin dianggap alim kau berjilbab lalu tak lama kemudian kau simpan agamamu dalam kotak agar dapat berlenggak-lenggok memamerkan auratmu?

Salut untuk pejabat dan masyarakat Tangerang. Kota-kota lain menyusul???




17+ Tahun Only

31 03 2008

Seorang pintar pernah berkata bahwa cara mudah untuk mengetahui sebuah situs tersebut porno atau bukan adalah dengan melihat apakah situs tersebut melarang pengunjung berusia di bawah 18 tahun atau tidak.
Wew… Bapak berapa kali sehari browsing di Internet, Pak? Situs produsen rokok juga melarang pengunjung di bawah 18 tahun, lho…

Cuma, begini, saya sebagai orang awam sering bertanya-tanya soal 17 tahun atau 18 tahun ini. Sepertinya usia di atas 17 tahun boleh mengakses, melihat, membaca, atau menikmati konten berbau syahwat. Misalnya acara komedi memuakkan yang diputar tengah malam di salah satu stasiun TV swasta, atau film layar lebar Indonesia beberapa tahun yang lalu dengan payu**ra dan pa*tat diumbar kemana-mana, atau majalah dan tabloid murahan dengan gelimpangan bodi montok di sampul dan isinya.

Di alam nyata, pemerkosaan, selingkuh, pelecehan seksual, kebanyakan dilakukan oleh mereka yang usianya di atas 17 tahun, kan?

He he he… sebuah tulisan hasil transformasi dari fikiran ngelantur.